Pameran Tunggal “Kissing The Poetry” Mantra Ardhana Di Santrian Galerry Sanur

Written by on June 8, 2023

Pameran Tunggal "Kissing The Poetry" Mantra Ardhana Di Santrian Galerry Sanur

Tika | Thomson News Bali

8 Juni 2023

Seniman Visual Mantra Ardhana

Thomson – Selama sebulan lebih yang dimulai dari tanggal 9 Juni hingga 31 juli 2023, Mantra Ardhana seorang seniman visual, menggelar pameran tunggal bertajuk “KISSING THE POETRY” yang digelar di Santrian Gallery Sanur. Pameran ini merupakan gelaran karya Mantra Ardhana, baik itu berupa pameran tunggal, bersama, maupun art performance yang ke 50.

 

Dalam pameran tunggalnya ini, Mantra menyajikan 27 karya yang terdiri dari oil color on canvas, watercolor on paper, dan new media. Semua karya ini merupakan karya terbaru yang diproduksi oleh Mantra Ardhana di tahun 2023. Bagi seniman seperti Mantra Ardhana teknologi digital dan internet sebagai perangkat (tools) guna memproduksi karya seni visual bukanlah hal yang baru. Internet bukan hanya berfungsi sebagai media distribusi karya-karya digital, namun capaian termutakhir dari teknologi informasi yaitu, artificial intelligence (AI) juga di manfaatkan oleh Mantra.

 

Di sela- sela praktik analognya, di tahun 2000, Mantra membeli komputer dan digunakannya untuk eksperimen serta eksplorasi, yang hasilnya berupa imaji (gambar) digital, cetak diatas kanvas (print on canvas), dengan sentuhan analog (retouch), maupun vidoe art yang terpadu dengan eletronic music. mantra memperlakukan aneka ragam medium sebagai perangkat (tools) sekaligus bahan material guna perluasan ekspresi dari gagasan. Oleh karena itu, selain lukisan, praktik seni lintas mediumnya juga mewujud pada karya digital art, sound art, song album, music score (Film,tari,teater) media art performance dan new media art.

 

Satu karya new media yang disajikan dalam pameran ini berjudul “The BRAYUT”. Karya ini terinsipirasi oleh cerita klasik masyarakat Bali tentang kegigihan seorng ibu bernama men Brayut yang melahirkan 18 anak hingga membesarkannya. Atas keteguhan, ketabahan, dan kesucian hatinya, masyarakat Bali menjadikan men Brayut sebagai ikon kebajikan dan kebijaksanaan.

“Aku berharap karya ini bisa menjadi media dialog tentang warisan masa lampau, yaitu nilai serta filosofi dari sosok men Brayut, khususnya untuk generasi muda masa kini yang hidup dalam peradaban dengan percepatan dan kecanggihan teknologi informasi,” jelas Mantra dalam konfrensi persnya kamis (8/6/2023) yang berlangsung di Griya Santrian Hotel Sanur Bali.

 

Mantra Ardhana adalah seorang seniman visual yang lahir pada tanggal 22 Agustus 1971 di Pulau Lombok Nusa Tenggara barat. Ia menyelesaikan studi kesarjanaannya tahun 1999 di Fakultas Seni Rupa- Seni Murni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Dalam pamerannya kali ini Mantra berharap masyarakat atau publik bisa melihat karya karyanya serta mengalaminya secara fisik, setelah dirinya vakum selama 4 tahun dengan presentasi karya secara virtual.
(Tik)


Reader's opinions
  1. dobry sklep   On   April 16, 2024 at 1:33 am

    Wow, fantastic weblog format! How lengthy
    have you ever been blogging for? you made running a blog glance easy.
    The overall glance of your web site is wonderful, as neatly as the content material!

    You can see similar here sklep internetowy

Leave a Reply

Your email address will not be published.



Thomson Kebumen

Current track

Title

Artist